Selamat Datang

Hi..

Selamat Datang di Blog Panji

Salam Damai..

Selasa, 29 Juli 2008

Untuk sahabat baikku

Angin malam sampaikanlah
toek sahabatku Maniz

Sengaja terpilih malam terakhir
waktu yang tinggalkan kehidupan lalu

cerita kesedihan tanpa akhir

ketika semua lelap, tiada terbersit malu


hembusan angin malam bercerita
sinar bulan tertutup halus awan
hitam
memudar cahaya pantulan rasa
namun, tetap bersinar walau kelam

terdengar suara jangkrik mengaung lembut
melingkar di atas dedaunan dan rumput
ingin sampaikan satu kata tersimpan
"Selamat Ulang Tahun" kawan

aku tahan kata bahagia itu
aku biarkan resah dan gundahku berlalu
biarkan angin malam yang tahu
jangkrik masih perhatian dengan mu

02 Juni 2008



Selamat Jalan Kawan

toek sahabatku Resa

hasratnya bersemayam, ingin keabadian
berbagi suka dan duka dalam bayangan
menguntai kata-kata persahabatan
dalam jalinan kisah kasih persajakan

kini dia pamit untuk satu keyakinan
dengan kata dan hati, terasa kehangatan
haturkan ijin untuk tinggalkan persajakan
tercermin dihatinya, menjunjung tinggi persahabatan

terasa berat mengabulkan permohonannya
seakan kehilangan orang yang tercinta
setelah bersama kita berbagi rasa
baik suka mau pun duka

seperti bunga ditinggalkan kekasihnya
kekasih pergi demi sebuah cita
meski kata masih bisa bersapa
segar dan layunya bunga tak tampak di mata

ooh.. kalau itu sudah keputusan
kami, pelangi tak akan dapat menghalang
namun, ayat-ayat cinta kami akan selalu terbacakan
sampai hatimu ingin kembali pulang

Panji, 23 Juli 2008


Rumah Pohonku, Persajakan
toek sahabat semua

kutatap rumah pohonku
daun-daunnya layu
batangnya tak kekar lagi seperti dulu
ranting keringnya terbujur kaku

harapkan hujan menyirami tubuhnya
hujan-hujan pergi terbawa angin

tinggal angin kering menyapa
dan rembulan pun tertawa dingin


rumah pohonku
kini aku kepanasan bila berteduh di bawahmu

kapankah dirimu rindang kembali

datanglah hujan-hujan ke sini lagi

kembali..

basahilah rumah pohonku
biar rimbunnya bisa meneduhiku
kita bercengkrama dalam sunyi


Panji, 23 Juli 2008


serasa berat melepas kepergiannya
setelah kita berbagi dan bercanda

satu persatu pergi meninggalkannya
mendendangkan lagu sampai jumpa
dik, akupun akan mendendangkannya juga
supaya syair lagu kita sama
selamat tinggal sahabat semua
aku mohon, maafkan atas segala dosa



Panji, 30 Juli 2008

2 komentar:

Maniz mengatakan...

waleh puisi-puisi yang sangat indah....
memuji bukan karena aku di buatkan puisi lho.. hehehe...

sahabat,,
indah rasa kau tawarkan
dalam cawan beraroma toleransi
indah persaudaraan tersimpulkan
dari tali bersih nan suci

Resa Pundarika mengatakan...

Panji sahabatku
kemanapun aku pergi..
dimanapun aku berada
aku tetap akan menjadi sahabatmu
karena aku telah tinggal di hatimu

ada kalanya sulit ku katakan
kenapa aku harus pergi
kalau saja ada sumur di ladang
bolehlah beta menumpang mandi
kalaulah ada umur yang panjang
kita akan berjumpa lagi

nah buktinya
aku juga bertemau kau di blog google ini
jangan lupa pula tengok blog yahoo 360..
ku rindu kupasan puisimu sahabatku
sampaikan salamku untuk keluarga

tuch udah ku tambahkan link teman
tengok blogku yah
hehe..ngacak nagack di rumah orang
siapa suruh kau kasih kuncinya padaku..kau ini tetap aja seperti dulu
......hehehe...